Semua Artikel
Seluruh publikasi yang telah terbit, dari semua rubrik.
Rakyat di Era Demokrasi Digital: Semakin Dekat Bukan Berarti Berkuasa
Kedekatan digital dengan pemimpin politik ternyata bukan berarti kekuasaan nyata bagi warga. Dari Obama hingga Trump, selfie dan media sosial mengubah demokrasi menjadi pertunjukan identitas, bukan alat perubahan kebijakan.
Ruang Bebas yang Selalu Direbut Kembali
Sejarah media Indonesia, dari pers pergerakan sampai media sosial, selalu berulang, ruang bicara terbuka, lalu ditutup lagi oleh kekuasaan.
Cara Novel Diam-Diam Melatih Kita Mendeteksi Kebohongan
Novel klasik seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Pride and Prejudice ternyata bisa melatih kita mengenali kebohongan dalam kehidupan sehari-hari.
Yang Diingat dan Dilupakan Televisi Jepang soal Perang Dunia II
Televisi Jepang jadi cermin sejarah Perang Dunia II, tapi lebih sering menonjolkan sisi korban Jepang, bukan tanggung jawab atas kekejaman perang.
Ketika Masjid, Pesantren, dan Kampung Jadi Garda Depan Krisis Iklim
Masjid, pesantren, dan kampung ternyata sudah lama jadi garda depan krisis iklim, sekaligus menyisakan pertanyaan siapa yang berhak menentukan apa itu berhasil dan cukup.
Menertawakan Nasib, Merayakan Kemanusiaan: Kelas Pekerja dalam Film "Agensi Rumah Tangga"
Film ini mengemas cerita PHK dan agensi asisten rumah tangga jadi komedi hangat, sekaligus mengangkat sisi manusiawi pekerja domestik.
Belajar dari Karya Fiksi Spekulatif untuk Menghadapi Krisis Nyata
Membaca fiksi spekulatif ternyata melatih otak menghadapi krisis nyata lewat pertanyaan sederhana, "bagaimana jika".